test 6

Ternyata harga taksinya memang mahal, tempatnya cukup dekat nggak sampai setengah jam deh hahaha. Tapi ya memang resiko, akibat kami nggak nyari penginapan dari awal hahaha. Lagian memang butuh, subway juga sudah tidak ada jam 12-an. Paling akhir subway jadwalnya sampai pukul 23.30 (kalau nggak salah nih hihihi). Jimjilbang ini sangat dekat dengan Yongsan Station.

test 5

Ketika keluar dari terminal, ada bapak-bapak yang menawarkan taksi. Kami menanyakan jimjilbang yang kami maksud. Untungnya dia mengerti. Dia tahu jimjilbang yang terdekat. Dia meminta harga 20,000 won (sekitar Rp 174.000,-). Mahal ya. Memang kalau malam harga taksi lebih mahal, mereka juga nggak pakai argo. Dan kami juga sudah tidak terpikirkan untuk tawar menawar lagi. Lagian sudah pengen cepat-cepat istirahat dan tidur.

test 4

Jimjilbang! Tempat pemandian air panas atau spa khas Korea. Itulah yang terfikirkan oleh kami. Sebelumnya ketika kami akan berangkat ke Busan, sempat terpikir kami akan menginap di sana. Dan sewaktu mencari info tentang hostel di warnet di Busan, kami juga mencari info tentang jimjilbang. Akhirnya kami sepakat untuk menginap di jimjilbang. Permasalahannya, apakah sopir taksi akan mengerti ketika kami menyebutkan namanya. Mari mencoba peruntungan!


test 3

Dan! Sekarang orangnya bilang tempatnya sudah penuh. Kyaaa!!! Sepertinya dia salah orang tadi, atau memang salah pengertian diantara kami dan pemiliknya. Dan karena pedenya, kami hanya mencatat satu nomor telepon hostel. Kepanikan kami levelnya makin meningkat. Masak iya harus tidur di terminal. Aman sih kayaknya. Hanya saja, akan sangat pegal dan tidak nyaman untuk tidur. Kami sempat terpana sejenak, duduk termangu di kursi tunggu.


test 2

Tunggu dulu! Ini dekat darimana? Aku bertanya, apa tidak mungkin kami salah mengerti. Karena nggak mungkin akan selama ini dia sampai di tempat kami menunggu. Dan aku rasa tempat yang kami disuruh menunggu bukan di Express Bus Terminal Station ini! Kami kemudian menanyakan ke bapak-bapak pengemudi taksi. Mereka nggak tahu alamat yang kami tuju. Karena tertulis dalam bahasa latin, bukan Hangul. Huaaa, kami mulai panik. Akhirnya memutuskan kembali ke telepon umum.


test 1

05 Juni 2011 (Dragon Hill – Seoul)
Sekitar jam 12 malam sampailah kami di Express Bus Terminal Station. Kami sudah sampai kembali di Seoul. Yang kami cari pertama kali adalah telepon umum. Aai bicara dengan pemilik hostel yang nomor teleponnya  sudah kami catat sewaktu di Busan. Dia menyuruh kami menunggu di exit sekian (lupa hihihi). Setelah hampir 15 menit menunggu, orangnya nggak datang-datang padahal katanya tempatnya dekat.