Dan! Sekarang orangnya bilang tempatnya sudah penuh. Kyaaa!!! Sepertinya dia salah orang tadi, atau memang salah pengertian diantara kami dan pemiliknya. Dan karena pedenya, kami hanya mencatat satu nomor telepon hostel. Kepanikan kami levelnya makin meningkat. Masak iya harus tidur di terminal. Aman sih kayaknya. Hanya saja, akan sangat pegal dan tidak nyaman untuk tidur. Kami sempat terpana sejenak, duduk termangu di kursi tunggu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar